Ombudsman Minta Pemerintah Tinjau Ulang Keberadaan Kartu My Pertamina

ilustrasi google

BuliranNews.Kota Bengkulu – Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bengkulu, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menemukan fenomena dimana hampir diseluruh SPBU yang ada di Provinsi Bengkulu terjadi antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Jika sebelum terjadi kenaikan BBM wajar terjadi antrean panjang, tapi ini setelah kenaikan harga BBM masih terjadi antrean panjang di hampir semua SPBU,’ kata anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, dalam konfrensi persnya, Jumat (30/9/2022) di kantor Ombudsman Perwakilan Bengkulu.

Read More

Ia menambahkan melihat fenomena tersebut saya sempat bertanya kepada Kepala Perwakilan (Kaper) Ombudsman RI wilayah Bengkulu, Herdi Puryanto untuk menjelaskan permasalahan tersebut dan berdasarkan keterangan Kaper Bengkulu penyebab terjadinya antrean panjang tersebut karena kendaraan roda dua saat ini lebih memilih mengisi BBM di SPBU dibandingkan eceran karena harga eceran sangat tinggi antara Rp1.300 – Rp 1.500/Liternya.

Untuk roda empat setiap pengisian memakan waktu 5 sampai 10 menit karena setiap selesai pengisian petugas harus mencatat nomor kendaraan untuk menghindari terjadinya dua kali pengisian dan meminta pengendara untuk mendaftar my pertamina.

Menyikapi hal tersebut, Yeka minta agar pemerintah meninjau ulang keberadaan kartu my pertamina karena dinilai kurang tepat sasaran dan mengakibatkan terjadinya antrean panjang.

“Memang kartu My Pertamina ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan BBM subsidi namun keberadaannya tidak tepat sasaran dan sangat merugikan masyarakat,” katanya.

Ia mencontohkan selain setiap pembelian dibatasi, sekarang kita ambil contoh untuk kendaraan umum jenis angkutan kota jika dalam satu hari hanya boleh mengisi 60 liter hanya mampu untuk beroperasi selama 12 jam saja sedangkan untuk daerah kota besar angkutan kota beroperasi hampir 24 jam.

Baca Juga  Beredar Pergub No 31 Tahun 2021 Dua Versi

Selain itu untuk kendaraan pribadi jika bepergian keluar kota antar provinsi apa harus menginap dulu di SPBU untuk dapat mengisi BBM keesokan harinya karena kuota pengisian pada hari ini sudah habis.

Oleh karena itu Ombudsman meminta pemerintah untuk mengkaji ulang keberadaan kartu my pertamina tersebut seperti angkutan umum dapat kuota lebih besar dan kendaraan pribadi yang berjalan jauh seperti antar provinsi bisa mengisi dua kali dalam satu hari dengan batas jarak tempuh dan itu dapat ditunjukan dari pengisian pertama dengan kedua berdasarkan barcode my pertamina.

“Intinya pemerintah mengeluarkan kebijakan tentunya agar jangan terjadi penyalahgunaan subsidi BBM namun yang perlu dipertimbangkan juga jangan kebijakan tersebut merugikan masyarakat kecil,” katanya.(Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *