Ombudsman RI Dorong Perum Bulog Beri Pelayanan Publik Ketersediaan Akses Kepada Petani

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika mencium baru beras untuk mengecek kualitas beras yang tersimpan di Gudang Bulog Baru Kelurahan Sidomulya, Kota Bengkulu, Selasa (27/9/2022). (Hms Ombudsman)

BuliranNews.Kota Bengkulu  – Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika mendorong  Perum Bulog untuk dapat memberikan pelayanan publik kepada masyarakat dalam hala  ketersediaan akses kepada petani untuk menjual hasil padinya, hal ini disampaikannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Perum Bulog Bengkulu untuk memantau stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Baru Kelurahan Sidomulya, Kota Bengkulu, Selasa (27/9/2022).

Read More

“Dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik saya memberikan gambaran mengenai kajian Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSK) yang nantinya akan disampaikan di depan Direksi Perum Bulog serta menginventarisir sektor pelayanan publik yang ada di Perum Bulog Kanwil Bengkulu,” kata Yeka Hendra Fatika.

Ia menambahkan karena petani mendapat subsidi pupuk dari pemerintah maka sudah seharusnya hasil produksi para petani tersebut disalurkan kepada Perum Bulog sehingga Harga Pokok Penjualan (HPP) tidak menjadi masalah.

Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Tauvan Akib menjelaskan peta operasional Perum Bulog Kanwil Bengkulu meliputi GBB Taba Tembilang dengan stok beras CBP sebesar 138,50 ton,  BGG Sidomulyo dengan 1.248,98 ton stok beras CBP dan 7,6 ton stok premium, GDT Kota Padang dengan stok beras CBP 98,79 ton. Adapun total stok beras CBP sebanyak 1.683,99 ton dan 49,09 ton beras premium.

“Untuk menjaga stok operasional, kami melakukan program mitigasi berupa Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) yang terdiri dari (1) Pencegahan yang meliputi kualitas awal komoditas, pemeliharaan fisik gudang, aerasi gudang, dan pengosongan gudang, (2) Pengendalian yaitu dengan melakukan spraying dan fumigasi, serta (3) Monitoring dan evaluasi yang kaitannya dengan tingkat serangan hama dan laporan kualitas,” ujar Tauvan.

Baca Juga  Masih Ada Pustu Di Kota Bengkulu Yang Tidak Memenuhi Standar Pelayanan Publik

Tauvan juga menjelaskan hasil kinerja Perum Bulog Kanwil Bengkulu sejak tahun 2019 hingga tahun 2022 diantaranya;  yang pertama realisasi capaian tahun 2020 cukup besar, hal ini dikarenakan adanya kebutuhan beras yang tidak hanya untuk dikonsumsi masyarakat namun masuk juga ke penanggulangan Covid-19 dan perkebunan.

Kedua, pada bulan Agustus tahun 2020 sampai dengan Bulan Oktober tahun 2021, dilakukan pendistribusian beras ke masyarakat kurang mampu melalui skema penyaluran oleh Kementerian Sosial dengan menggunakan data dari DTKS sehingga dampaknya harga relatif stabil pada tahun tersebut.

Ketiga, Perum Bulog Kanwil Bengkulu sejak 1 Januari 2022 sampai dengan 26 September 2022 telah menyalurkan sebanyak 2.159,12 ton dengan saluran penjualan Distributor, Toko Mitra Binaan dan Retailer/Pedagang Pengecer dengan harga Rp8.600/Kg di Gudang BULOG.

“Perum Bulog Kanwil Bengkulu pun telah melaksanakan kegiatan pasar murah terintegrasi dengan kegiatan penyaluran dana BPNT di Kantor Pos yang di inisiasi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di lokasi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong dengan waktu pelaksanaan dari tanggal 6 s.d. 16 September 2022, komoditi yang dijual antara lain gula pasir, minyakita, tepung terigu, beras, dan daging kerbau beku,” tutup Tauvan. (Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *