LABH Ummat PBB Dampingi Kasus Perkelahian Anak Dibawah Umur Di Seluma

ketua DPW PBB Provinsi Bengkulu, Abdul Hamid S. Pdi (dua dari kiri) bersama LABH Ummat PBB dampingi keluarga kasus perkelahian anak di Kabupaten Seluma (rie)

BuliranNews. Bengkulu – Lembaga Advokasi Bantuan Hukum (LABH) Ummat Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Bengkulu kerahkan dua pengacara terbaiknya, Zainal Abidin Tuatoy. SH. MH dan Livia Oktarina. SH, MH untuk mendapingi kasus pengeroyokan anak bawah umur yang dinilai janggal sehingga berujung kebalik jeruji besi.

Pengacara LABH Ummat, Livia Oktarina. SH. MH, di sekretariat LABH Ummat yang sekaligus kantor DPW PBB, Jumat (26/8/2022) mengatakan kasus perkelahian pelajar ini dinilai sangat janggal dan terkesan dipaksakan karena kedua terdakwa, Alviska Saputra siregar (16) dan Ibel Palensia Dwi Pangestu (15) disangkakan melakukan pengeroyokan dan dikenakan pasal 170 a 2 KUHP tentang penganiayaan berat dengan dugaan melakukan pengeroyokan.

Read More

“Kedua anak ini disangkakan melakukan kasus pengeroyokan dengan peganiayaan berat, namun pada kenyataanya berdasarkan keterangan saksi tidak terjadi pengeroyokan namun duel satu lawan satu,” katanya.

Jika berdasarkan pasal 170 a 2 KUHP ini bukan UU perlindungan anak, dengan hukumam maksimal 7 tahun penjara dan untuk anak setengahnya. Namun mereka didakwa dua pasal.

Berdasarkan bukti dan mendengar keterangan para saksi maka hakim berpijak pada pada pasal 351 a 1 KUHP tentang penganiayaan ringan dan junto 80 a 1, junto 76 c UU nomor 35 tahun 2014.

Livia menjelaskan berdasarkan fakta dipersidangan ada keterangan yang terkesan dipaksakan karena menurut keterangan anak-anak pada saat kejadian salah satu saksi yang dihadirkan tidak berada dilokasi kejadian tapi dihadirkan dan menerangkan anak-anak tersebut melakukan pengeroyokan dan disangkakan lebih dari 10 orang.

Baca Juga  Warga Desa Lawang Agung Tewas Dianiaya Tetangga Di Depan Istri

“Logikanya jika pengeroyokan dilakukan lebih dari 10 orang pasti akan ada korban jiwa, tapi kenyataan sehari setelah kejadian, korban tetap segar bugar dan masuk sekolah seperti biasanya dan tidak mendapatkan perawatan dirumah sakit,” katanya.

Sehingga Livia menilai kasus perkelahian ini ada pasal yang dipaksakan dan harus naik ke meja persidangan.

Untuk itu kami lawyer dari LABH Ummat PBB mohon kepada hakim agar anak-anak tersebut dikembalikan kepada orang tuanya dan alhamdulillah permohonan kami dikabulkan dan kedua anak tersebut saat ini sudah dibebaskan dan dikembalikan kepada orang tuanya.

Livia menjelaskan pihak LABH Ummat mendapatkan surat kuasa pada, Selasa (16/8/2022) lalu dan mulai melakukan pendapingan pada Kamis, (18/8), pada Senin (22/8) dilakukan pemeriksaan saksi, Rabu (24/8) dilakukan pledoi pembelaan dan pada hari ini diputuskan oleh hakim untuk dikembalikan kepada kedua orang tuanya.

“Karena dipersidangan tidak terbukti melakukan pengeroyokan dan selama persidangan berkelakuan baik, maka hakim memutuskan kedua anak tersebut dikembalikan kepada orang tuaya,” katanya.

Sementara itu, Hendri salah satu orang tua korban mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LABH Ummat yang telah melakukan upaya pendampingan sehinga anak kami dapat bebas dan berkumpul kembali dengan keluarganya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada LABH Ummat, jika tidak mereka dampingi, bagaimana nasib anak kami saat ini, mungkin sudah meringkuk dibalik jeruji besi,” ujarnya.

Ia berharap LABH Ummat kedepannya akan lebih baik lagi dan fokus memperjuangan nasib masyarakat kecil terutama jika bersentuhan dengan hukum.

Sekretaris DPW PBB, Syaifullah menjelaskan seburuk apapun peraturan perundang-undangan akan bisa memberikan hukum yang baik apabila ditangani oleh hakim yang baik.

“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak hakim yang telah bijaksana memberikan keadilan kepada kita dan lawyer LABH Ummat akan terus berusaha memberikan keadilan kepada seluruh masyarakat Bengkulu karena sesuai motto LABH Ummat akan terus menegakan keadilan dan kepastian hukum kepada seluruh massyarakat provinsi Bengkulu,” katanya. (rie)

Baca Juga  76 Desa Di Benteng Gelar Pilkades Serentak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *