Wonderful Bengkulu : Citra Dan Kualitas Pariwisata Daerah

Iwan Hendrawan, S.IP., M.A.P.

Oleh : Iwan Hendrawan, S.IP., M.A.P.

Refreshing sangat dibutuhkan oleh manusia untuk menghilangkan kepenatan setelah beraktivitas. Untuk menghilangkan kepenatan banyak dari kita melakukan kegiatan wisata dengan mengunjungi beberapa destinasi yang menarik perhatian (viral). Baik itu wisata alam, wisata buatan, wisata budaya, wisata religi dll.

Read More

Selain menghilangkan kepenatan, dengan berwisata kita juga dapat melihat keindahan alam dan kebudayaan daerah lainnya.

Untuk mengenal lebih jauh tentang wisata sangat banyak manfaat yang diperoleh apalagi pengenalanan pariwisata baru selain melihat keindahan alam, sektor wisata juga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat seperti tersedianya lapangan kerja melalui industri penunjang pariwisata dan industri sampingan lainnya.

Menurut Teori Inversi (Graburn) menyatakan pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk sesekali keluar lingkungan tempat biasanya tinggal  ke lingkungan yang benar-benar baru dan berbeda  maka dari itu pariwisata dapat terjadi.

Sudah seharusnya pariwisata menjadi perhatian kita semua, tidak saja dalam menyediakan fasilitas objek wisata yang mumpuni namun juga dapat memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap para wisatawan dalam menikmati destinasi wisata yang ada di setiap daerah termasuk diprovinsi Bengkulu.

 

 

Membangun Citra dan Kualitas Pariwisata Daerah

 

Landasan Hukum Pembangunan Pariwisata Daerah adalah Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 merupakan landasan yang kuat untuk menyelenggarakan Pariwisata Daerah. Pasal 1 UU Kepariwisataan pada Ayat (3) dan (4) menyebutkan bahwa pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisplin  yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interkaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat,sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah dan pengusaha.

Adanya kesadaran untuk membangun citra dan kualitas pariwisata daerah dalam pelaksanaannya memang harus didahului oleh persiapan-persiapan yang matang. Mulai dari penataan di bidang kelembagaan, SDM pariwisata, promosi wisata, prasarana dan sarana wisata dan penataan-penataan di bidang lainnya. Mengingat pentingnya hal itu, maka penataan-penataan di berbagai bidang menjadi suatu keharusan bagi semua pihak terkait bersama  pemerintah daerah.

Pengembangan sumber daya pariwisata yang beragam ini dengan berbagai kompleksitas peluang dan tantangan yang ada memerlukan sentuhan manajemen dalam pengelolaannya  melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stackeholder) baik pemerintah, swasta  dan masyarakat yang saling bersinergi untuk mewujudkan industri  pariwisata yang berdaya saing dan kompetitif.

Baca Juga  Kadis Koperasi dan UKM Bengkulu Utara Anjurkan Pelaku Usaha Bersatu Dirikan Koperasi

Peran pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata yang mememiliki citra dan kualitas pelayanan pariwisata yang positif  sangatlah di butuhkan, disamping itu peran serta masyarakat dalam kemitraan penyelenggaraan kepariwisataan menjadi sangat strategis.

Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan mengamanatkan bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan seluas luasnya untuk berperan serta dalam  penyelenggaraan kepariwisataan. Pembangunan kepariwisataan diarahkan pada peningkatan pariwisata sehingga menjadi sektor adalan yang mampu menggalakan kegiatan ekonomi, termasuk sektor lain yang terkait, sehingga lapangam kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah akan meningkat melalui upaya dan pengembangan dan pendayaaan berbagai potensi pariwisata daerah.

Melalui pembangunan pariwisata  daerah semua pihak harus mampu memberikan citra dan kualitas pelayanan pariwisata dengan baik. Perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan pariwisata memang menjadi sebuah keharusan. Baiknya kualitas pelayanan pariwisata membutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak, karena dengan kemitraan penyelenggaraan pariwisata daerah  semacam itu Citra Positif  dapat diwujudkan.

Menurut  Phelps (Gartner 1997:181)  membagi citra pariwisata dalam dua tingkatan yaitu Primer dan Sekunder. Citra Primer berasal dari hasil kunjungan seseorang ke suatu tempat (destinasi wisata), sedangkan  Citra Sekunder berasal dari sumber- sumber sekunder seperti Iklan, Televisi dan Media Sosial lainnya.

Sementara itu citra positif akan menjadikan suatu daerah menjadi good destination  yang akan membuat pengunjung akan mendapatkan kepuasan sehingga akan datang kembali. Good Destination adalah Model pengembangan pariwisata yang menggabungkan pemikiran – pemikiran  manajemen publik dan manajemen bisnis dalam bentuk konsep – konsep yg mengutamakan kualitas layanan.

Namun pariwisata diBengkulu saat ini apa yang dinamakan dengan good destination tersebut belum dapat terwujud hal ini Karena belum mantapnya upaya membangun komitmen ke arah terciptanya model  pariwisata yg berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Untuk mewujudkan kinerja pariwisata  yang melayani sebagai upaya memperbaiki kualitas layanan wisata kepada masyarakat ada beberapa strategi Perbaikan Kinerja Pelayanan yaitu :

 

Strategi Training: Pelatihan, kursus, penataran, loka karya, seminar, dan lain-lain sejenisnya.

 

Strategi memotivasi melalui perbaikan keadaan lingkungan dilokasi destinasi wisata, Pertemuan-pertemuan, penegakkan peraturan dan kebijakan secara ketat, imbalan dan insentif, hukuman, peningkatan sumber daya, mendorong inisiatif dan kreativitas.

Baca Juga  Walikota Bengkulu Bentuk Tim Investigasi Penyebab Kelangkaan Gas Melon Pasca Pendistribusian gas Gratis

Kegelisahan terhadap kualitas pelayanan pariwisata tergambar  jelas dalam Viralnya vidio ketegangan antara pedagang dan pengunjung di Danau Dendam Tak Sudah setidaknya memberikan citra negatif terhadap pariwisata di provinsi Bengkulu. Lucunya lagi  pengalaman buruk wisatawan luar daerah tersebut ternyata juga dialami oleh wisatawan lokal, hal ini dapat diketahui dari banyaknya testimoni, saran kritik bahkan sumpah serapah dari komentar para netizen di dunia maya dalam menanggapi viralnya vidio tersebut.

Pemerintah Daerah Provinsi maupun Kota Bengkulu melalui dinas terkait sangat menyesalkan peristiwa ini bahkan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi secara langsung menemui pedagang tersebut memberikan masukan dan teguran.

Menurut Dedy Wahyudi jangan sampai ada orang yang memperburuk citra wisata di Kota Bengkulu, sebagai destinasi wisata “danau dendam tak sudah” maka tidak boleh ada pengunjung yang disyaratkan untuk membeli minuman ataupun makanan terlebih dahulu baru dapat menikmati eksotisnya keindahan alam bengkulu.

Peran kepala daerah sangat penting untuk menentukan keberhasilan pengembangan pariwisata daerah di suatu daerah (kota/kabupaten). Jadi apa yang telah dilakukan oleh wakil walikota Bengkulu tersebut untuk mengangkat kembali citra positif wisata Bengkulu patut diapresiasi, upaya peningkatan citra wisata dan kualitas  pelayanan pariwisata yang selama ini dianggap kurang baik oleh masyarakat .

Untuk melangkah kearah tersebut maka peran dan strategi pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata diProvinsi Bengkulu harus melalui perencanaan yang sinergis dan integratif dengan perencanaan pembangunan sektor lainnya secara komprehensif .

Dalam pengembangan pariwisata diProvinsi Bengkulu juga di perlukan manajemen strategi yang baik untuk merebut pangsa pasar yang terbuka luas dan kompetitif, untuk itu pemerintah daerah harus mau dan mampu mengambil langkah-langkah strategis yang jitu agar segala potensi dan objek wisata yang ada diProvinsi Bengkulu dapat dikembangkan dan dikunjungi oleh para wisatawan.

Di samping itu kegiatan promosi merupakan bagian penting untuk meningkatkan citra dan produk  pariwisata dalam mengaet wisatawan untuk berkunjung ke Provinsi Bengkulu. Tujuan pokok kegiatan promosi adalah untuk meningkatkan sesuatu sehingga menjadi lebih banyak, lebih tinggi, lebih bermutu, lebih laku, dan sebagainya.

Menurut Kotler (2002:242), Promosi merupakan salah satu variabel bauran pemasaran (marketing mix) yang digunakan perusahaan berkomunikasi dengan pasarnya, pelanggan atau calon pembeli supaya dapat memberi informasi serta mempengaruhi pasar bagi produk/jasa yang ditawarkan perusahaan, dengan harapan agar permintaan produk/ jasa tersebut meningkat terus-menerus dan berkelanjutan.

Baca Juga  Kemenag Berkolaborasi Dengan Pemda Mukomuko Salurkan Bantuan Untuk Masjid

Bauran Promosi merupakan alat promosi yang terdiri dari Periklanan, Promosi penjualan, Public Relations (Humas), Publisitas, Wiraniaga dan Pemasaran langsung.

Dengan demikian, Pemerintah Daerah melalui OPD terkait  berperan sebagai salah satu dari unsur bauran permasaran (marketing mix) dalam memasarkan produk pariwisata yang akan dijual kepada wisatawan.

Selama ini destinasi wisata dan event-event wisata yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah selain kurang dikemas secara profesional adalah masih minimnya promosi yang dilakukan untuk mengaet wisatawan untuk datang ke Provinsi Bengkulu.

Promosi diperlukan untuk sebagai media untuk peningkatan kunjungan wisatawan dan sebagai referensi atau acuan bagi seoarang wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata yang akan dituju. Untuk itu peran dan strategi pemerintah daerah dalam mempromosikan pariwisata sangatlah penting untuk dilakukan agar daya saing pariwisata semakin kuat dan destinasi yang beraneka ragam tersebut dapat lebih dikenal luas

Kecerdasan pemerintah daerah dalam melakukan pengembangan dan promosi ini sangatlah menentukan keberhasilan  pembangunan kepariwistaan diProvinsi Bengkulu. Dalam hal ini strategi berupa kebijakan apa  dan media apa saja yang akan dipilih untuk digunakan mempromosikannya dan siapa saja yang akan diajak untuk melakukan kegiatan ini sangat berpengaruh, sebab jika salah memilih maka tujuan tidak akan tercapai.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana pemerintah daerah mampu menggunakan dan memanfaatkan era tekhnologi saat ini melalui social media dapat mempromosikan serta mengangkat citra positif destinasi dan objek wisata yang ada diprovinsi Bengkulu, sehingga dapat pula menggaet jumlah wisatawan untuk datang dan bermalam lebih lama di provinsi Bengkulu baik itu dari wisatawan domestik maupun manca negara.

Peningkatan sektor pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi dengan terserapnya tenaga kerja di bidang perhotelan, makanan, transportasi, pemandu wisata, industri kerajinan/soevenir   dll. Prospek yang sangat strategis pada sektor pariwisata tersebut tentu menjadi peluang yang sangat berarti dan penting bagi pembangunan dan pengembangan kepariwisataan di Provinsi Bengkulu sebagai suatu daerah yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang beraneka ragam tersebar di Kota Bengkulu dan kabupaten.

Oleh karena itu sudah seharusnya para pelaku wisata  didaerah ini memberikan pelayanan yang memuaskan kepada Pengunjung  seperti pelayanan yg diberikan oleh swasta lainnya  ( Bank dan Perhotelan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *