Harga Sawit Terjun Bebas Di Provinsi Bengkulu

ilustrasi google

BuliranNews.Kota Bengkulu – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit diterjun bebas dari sebelumnya Rp3.230/Kg menjadi Rp 950/Kg akibat keluarnya kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan juga semua pabrik kelapa sawit tutup alias berhenti beroperasi hingga setelah Lebaran.

Akibat murahnya harga TBS membuat para petani sawit enggan memanen dan lebih memilih membiarkan buah membusuk di pohon dari pada memanennya.

Read More

Menurut salah satu petani sawit di Kabupaten Seluma, Jaurat Nainggolan , Selasa (26/4/2022) mengakui harga sawit turun drastis jika dibandingkan dengan harga pada bulan sebelumnya yang masih di angka Rp3.230 per kilogram.

“Ada puluhan hektar kebun sawit yang buahnya siap panen tidak dipanen petani karena tidak kembali modal panen,” katanya.

Ia menyayangkan anjloknya harga buah sawit terlebih saat menjelang hari raya Idulfitri 1443 hijriah.

Sementara itu Asmadi, petani sawit asal Kecamatan Ilir Talo, Seluma juga mengaku kecewa karena petani batal panen karena harga jual yang murah, bahkan buah yang telanjur dipanen, terpaksa dijual dengan harga murah kepada pengepul.

“Bagi buah yang terlanjur dipanen maka dijual murah. Sementara buah yang belum dipanen dibiarkan membusuk di batang,” ujar Asmadi.

Menurut petani, terhitung Rabu (27/4/2022), semua pabrik kelapa sawit di Provinsi Bengkulu tutup alias berhenti beroperasi hingga setelah Lebaran.

Momen anjloknya harga kelapa sawit di petani ini bersamaan dengan kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bahan baku minyak goreng.

Baca Juga  Dorong Ekonomi Digital, Bupati Audiensi Dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Padahal dalam keterangan resminya, Selasa (26/4) malam, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bagi perusahaan lain yang tidak memproduksi refined bleached, and deodorized atau RBD palm olein, diharapkan masih tetap membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari petani sesuai dengan harga yang wajar.

“Untuk yang lain ini tentunya diharapkan para perusahaan masih tetap membeli TBS dari petani sesuai dengan harga yang wajar,” kata Airlangga.

Untuk diketahui, pemerintah resmi melarang ekspor bahan baku minyak goreng pada tiga HS Code yaitu HS 1511.9036, HS 511.90371, dan HS 511.9039.

Adapun kebijakan itu akan mulai diberlakukan mulai tanggal 28 April 2022 pukul 00.00 WIB sampai tercapainya harga minyak goreng curah Rp14.000/liter di pasar tradisional. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *