Dokter Ambil Cuti, Pelayanan RSHD Tidak Maksimal

Komsi I DPRD Kota Bengkulu lakukas inspeksi mendadak (Sidak) ke RSHD Kota Bengkulu (29/4/2022)

BuliranNews.Bengkulu- Dalam Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Jumat (29/4/2022) menemukan banyak dokter spesialis yang ada di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu mengambil cuti lebaran sehingga berimbas kurang maksimalnya pelayanan terhadap pasien yang berobat di rumah sakit tersebut.

Pantauan ketika melakukan sidak ke bagian UGD, dewan mempertanyakan kepada petugas jaga untuk penanganan pasien pada malam lebaran apakah dokternya siap dan petugas menjawab siap.

Read More

Namun hal berbeda ditemukan oleh Jaya Marta ketika mengunjungi pasien diruang rawat inap dimana salah seorang pasien penderita sakit mag kronis mengatakan hal berbeda karena sudah dua hari di RSHD belum mendapatkan pelayanan maksimal.

“Kami sudah dua hari berada di RSHD ini namun hanya diberikan obat pereda rasa nyeri dan belum mendapatkan penanganan dari dokter spesialis,” kata salah seorang pasien yang enggan dituliskan namanya.

Ia menambahkan selama masuk rumah sakit ini saya tidak bisa tidur karena menahan rasa sakit, namun dari perawat hanya memberikan obat pereda sakit.

Menanggapi hal tersebut, Jaya Marta langsung memanggil perawat jaga mempertanyakan masalah tersebut kenapa lamban dalam penanganan pasien.

Pihak perawat mengatakan jika pasien tersebut menderita sakit Mag kronis dan rencananya besok akan dilakukan USG untuk mengetahui apa penyebab penyakit pasien tersebut.

“Kami sudah konsultasi kebagian medik untuk menanyakan jadwal USG pasien namun pihak medik mengatakan jika dokternya sudah tidak ada lagi karena mengambil cuti dan rencannya baru masuk pada tanggal 9 Mei nanti,” kata perawat tersebut.

Baca Juga  OPD Tidak Punya Medsos Jadi Penghalang Raih Predikat Kabupaten Informatif

Ketika ditanya Jaya Marta adanya dua orang dokter di UGD dijawab perawat bahwa yang ada di UGD tersebut adalah dokter umum sedangkan untuk penanganan USG harus dokter spesialis bukan umum.

Untuk itu perawat tersebut berjanji akan mengkonfirmasi ulang kepada bagian medik untuk menjadwal ulang kapan pasien bersangkutan bisa di USG.

Sementara itu Ketua Komisi I Bambang Hermanto sangat menyayangkan banyaknya petugas kesehatan yang mengabil cuti pada hari lebaran sehingga pelayanan terhadap pasien menjadi terhambat.

“Kita sangat menyayangkan dokter mengambil cuti pada Hari Raya Idul Fitri sehingga menghambat pelayanan terhadap masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan memang ada dua orang dokter yang berada di ruang UGD tapi itupun dokter umum dan statusnya dokter PTT atau dokter honor sedangkan dokter PNS atau dokter spesialis pada cuti.

“Seharusnya rumah sakit sebesar ini managementnya harus memikirkan pelayanan dalam rangka menghadapi lebaran,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I, Elvin Yanuar mengatakan selama hari besar ada tiga petugas yang tidak boleh libur yakni aparat keamanan seperti TNI dan Polri, petugas Kesehatan dan Petugas Pemadam Kebakaran.

“Tugas ketiga instansi tersebut sangat vital dalam pelayanan terhadap masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan kalau seandainya mereka pada libur atau cuti pasti  pelayanan terhadap masyarakat akan lumpuh total seperti jika terjadi kecelakaan atau perampokan kalau aparat kemanan libur siapa yang akan menanganinya.

Jika ada yang sakit siapa yang akan menangi jika petugas kecelakaan libur dan jika kebakaran siapa yan akan memadamkan api jika petugas PBK libur.

Oleh karena itu Elvin menyarankan jika memang ada petugas yang ini libur ya dibagi jangan semuanya dan bila perlu selama hari besar tidak boleh ambil cuti dan jikapun cuti diberikan pada hari biasa.(***)

Baca Juga  Dorong Ekonomi Digital, Bupati Audiensi Dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.