Kekang Kemerdekaan Pers, KWRI Bengkulu Minta Gubernur Cabut Pergub 31

BuliranNews.Bengkulu – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPD KWRI) Provinsi Bengkulu, Gafar Uyub Depati Intan mengecam keras dan meminta gubernur segera mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Bengkulu No. 31 tahun 2021 karena sangat bertentangan dengan Kemerdekaan Pers dan bertentangan dengan UU yang lebih tinggi yakni UU No.40 tahun 1999 tentang Pers  yang dilengkapi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Keberadaan Dewan Pers itu sendiri dibentuk setelah adanya UU No.40 tahun 1999 dan masuk ke dalam lembaran Negara

Read More

Gafar Uyub yang akrab disapa Bang Ayub sangat mendukung gerakkan Forum Media Massa Bengkulu (FMMB) yang menggugat Pergub No 31 tersebut dan KWRI sebagai salah satu organisasi Wartawan Indonesia, mendukung penuh aksi FMMB dan siap merapatkan barisan menuntut pencabutan Pergub tersebut.

“Pergub tersebut sangat merugikan insan Pers dan jika Pergub tersebut tidak segera dicabut akan berpotensi terjadinya perpecahan ditengah insan Pers,” jelas Bang Ayub, Senin (28/3/2022).

Bang Ayub mengatakan saat ini sangat banyak oknum Wartawan yang bukan berlatar belakangnya wartawan namun untuk mengejar UKW agar diakui sebagai wartawan mereka siap membayar, pada hal jika dilakukan pengujian secara profesional sesungguhnya tidak memiliki kemampuan sedikitpun, sementara itu banyak wartawan yang memang berlatar wartawan murni karena tidak punya biaya untuk ikut UKW malah tidak diakui kapasitasnya sebagai seorang wartawan.

“Sekarang yang mau saya tanyakan apakah seorang wartawan itu adalah orang yang memiliki kemampuan menulis atau orang yang memiliki kartu UKW dan itu yang harus menjadi perhatian pemerintah bukan mengkebiri wartawan dengan sertifikasi dewan pers, itu salah besar,” katanya.

Baca Juga  Meriahkan HUT RI Ke 77, Srikandi TP Sriwijaya Dan Srikandi PP Gelar Pawai Budaya Batik Besurek

Ia mengambahkan yang lebih ironis lagi banyak insan pers yang terlibat dalam praktik KKN (Kolusi Korupsi dan Nepotisme) dan hanya dengan menunjukkan tanda sudah UKW tapi tidak mempunyai kemampuan menulis.

Bang Ayub menegaskan pengakuan seseorang sebagai wartawan bukan karena Kartu Pers, Surat Tugas dan bersertifikat, ‘’sudah UKW atau belum?’’ Jurnalis sejati ditentukan oleh karya-karya Jurnalistiknya yang dibaca dan diakui masyarakat pembaca di Indonesia.(Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *