Agar Dapat Remisi Ini Yang Dilakukan Penghuni Rutan

BuliranNews.Solok Selatan — Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) RI, menerapkan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai syarat mendapatkan remisi, asimilasi maupun integrasi.

Ketentuan ini diatur dalam Permenkumham RI nomor 7 tahun 2022, tentang perubahan kedua atas Permenkumham RI nomor 3 tahun 2018 tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat.

Read More

“Melalui sistem SPPN ini, diharapkan publik trust (kepercayaan publik) meningkat terhadap prilaku narapida di Lembaga Rumah Tahanan Negara (Rutan),” kata Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rutan Kelas IIB Muara Labuh, Ruzdynal, Senin (21/3/2022).

Bahkan SPPN hari ini sebutnya sudah disosialisasi kepada warga binaan atau para wali pemasyarakatan juga telah dilatih untuk melakukan pengisian penilaian pembinaan terhadap narapaidana sesuai blanko yang ada.

Ruzdynal mengajak untuk meningkatkan keaktifannya mengikuti pembinaan.

“Mulai pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian pada saat ini harus diisi setiap hari oleh para Wali Pemasyarakatan dengan menggunakan SPPN,” ujarnya.

“Selain masih menggunakan buku pembinaan, juga memasukan data pembinaan WBP ke dalam blanko SPPN,” terangnya.

Skor nilai WBP yang tertuang pada blanko tersebut dapat menjadi salah satu penentu apakah WBP bisa mendapatkan remisi dan atau asimilasi maupun integrasi. Sebab aplikasi SPPN bersifat obyektif.

“Bagi yang mendapatkan nilai baik atau baik sekali, mereka yang akan diusulkan memperoleh remisi, asimilasi , dan integrasi ke Kemenkumham RI,” jelasnya. (AN)

Baca Juga  Masyarakat Ikut Vaksin di Reward Sembako dan Bibit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *